Desorden dan Pertamina

Desorden dan Pertamina : Tanggapan Terbaru Soal Data Bocor

Diposting pada

Tanggapan tersebut ternyata langsung dibalas oleh Desorden pada hari ini tadi. Tepatnya pada tanggal 19 September 2022 pukul 08.28 pagi tadi, Desorden membuat sebuah utas yang berjudul “Pertamina, Your Management is F*cking Serious?

Isi dari utas yang dibagikan Desorden pagi tadi kebanyakan berisi tentang tanggapannya terhadap pernyataan Pertamina setelah kebobolan data anak usaha Pertamina Hulu Energi beberapa saat yang lalu.

Dikutip dari laman Kompas, kebobolan data yang berhasil digondol oleh Desorden antara lain adalah SOP dan data karyawan yang bekerja disana.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Maharani Cindy tanggal 18 September 2022 kemarin. Maharani merupakan Institutional & investor Relations Specialist of PT Elnusa Tbk.

Dikutip dari laman yang sama, kejadian kebobolan data tersebut terjadi di aplikasi internal yang digunakan oleh para karyawan mereka.

Website itu sendiri telah dinonaktifkan atau di-shut down karena diduga berhasil diretas oleh Desorden.

Menurut Cindy, data client dari perusahaan itu sendiri tidak terkena peretasan. Dan kejadian peretasan tersebut dapat terjadi karena aplikasi yang sudah lama tidak dimaintain dan di update.

Jadi bagaimana awal mula kasus peretasan ini terjadi? Kenapa Desorden bisa disanding – sandingkan dengan Pertamina dalam banyak berita di portal media? Berikut pembahasannya.

Awal Mula Kasus Desorden dan Pertamina

Pada tanggal 15 September 2022 lalu, Desorden membagikan sebuah utas yang mengatakan kata-kata sebagai berikut :

Everyone are so interested into Indonesia. How about a breach of Indonesia state-owned Pertamina’s big subsidiary company?

We know Pertamina will not be paying us, so this time the data will be published. In approx 24 hours, we will make the leak announcement.

Utas tersebut di publish pada pukul 12.15 siang di tanggal yang sama. Nampaknya, kasus Bjorka dan bocornya data penduduk Indonesia telah membuat forus hacker tersebut mengatami perkembangan kasus yang terus berkembang dari hari ke hari.

Pada sekitar jam 12 siang, Desorden baru mengutarakan maksutnya untuk meretas salah satu anak perusahaan Pertamina.

Kelompok hacker tersebut juga mengatakan bahwa Pertamina agaknya tidak akan membayar mereka. Jadi dalam kurun waktu 24 jam, Desorden akan membagikan pengumuman yang baru.

Dan tentu saja. Tidak sampai tiga jam tread tersebut dibagikan melalui laman forum breached, atau tepatnya pada pukul 15.10 sore, Desorden memberikan pengumuman resmi mereka.

Desorden dan Pertamina
sumber : promediateknologi

Desorden mengatakan bahwa mereka telah berhasil meretas PT Sigma, salah satu anak perusahaan dari Pertamina Indonesia.

Secara terang-terangan Desorden mengaku bahwa merekalah yang bertanggung jawab dari peretasan data PT Sigma Cipta Utama, anak perusahaan yang membidangi Manajemen data di Elnusa Group, anak perusahaan Pertamina Indonesia.

Melihat jawaban Pertamina terkait peretasan tersebut, Desorden akhirnya memberikan jawaban terakhir mereka soal permasalahan yang satu ini.

Kelompok hacker tersebut nampak terkejut dengan pernyataan management Pertamina yang menurut Desorden seolah menganggap remeh kejadian peretasan data yang telah mereka lakukan beberapa saat yang lalu.

Desorden dan kelompoknya mengatakan bahwa mereka akan meninggalkan Indonesia dan tidak akan melakukan ‘aktivitas’ apapun di tanah air lagi. Namun Desorden mengatakan bahwa mereka memiliki data-data perusahaan terkenal lain dan siap meminta ‘bayaran’ untuk hasil retasannya.