Kenaikan Tarif Listrik Resmi Naik Pada 1 Juli 2022
Kenaikan Tarif Listrik Resmi Naik Pada 1 Juli 2022

Kenaikan Tarif Listrik Resmi Naik Pada 1 Juli 2022

Diposting pada

Droppbuy.comKenaikan Tarif Listrik Resmi Naik Pada 1 Juli 2022. Pemerintah dalam hal ini Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama dengan PT PLN (Persero) pada hari ini resmi menaikkan tarif listrik golongan 3.500 Volt Amphere (VA) ke atas atau golongan non subsidi. Kebijakan kenaikan tarif listrik ini berlaku pada 1 Juli 2022.

Khusua untuk hari ini kita fokus ke golongan yang non subsidi. Dimana yang mom subsidi ada 13 golongan. Ungkap Direktur Jendral Ketenagalistrikan (Dirjen Ketenagalistrikan) Kementrian ESDM, Rida Mulyana.

Baca Juga : Keunikan Dalam Bisnis Asuransi Yang Belum Banyak Orang Tahu

“Jika kita fokus ke 13 golongan yang non subsidi. Di antarany dengan berbagai pertimbangan dan rangkaian rakor antara Kementrian Lembaga maka kita putuskan mana yabf dibutuhkan koreksi kebijakan sebelumnya,” ungkap Rida Mulyana dalam konfrensi Pers, di Kantor Kementrian ESDM, senin (13-06-2022).

Tiga belas golongan itu, di anataranya R2: 3.500 VA – 5.500 VA, R3: 6.600 VA, 200 KVA. P1: 6.600 VA – 200 KvA dan P3 serta P2: 200 KVA.

“Kami dengan pak Dirut (PLN Darmawan Prasodjo) setuju orang rumah tangga yang mewah, tidak pantas kalau rumah semewah itu dapat bantuan negara. Kemudian kami koreksi pada kesempatan pagi hari ini,” terang Rida.

Sejatinya kata Rida, penyesuaian atau kenaikan tarif golongan tersebut bisa dinaikan lantaran sudah ada aturan mengenai ketentuan tarip adjustment sesuai dengan peraturan Mentri ESDM Nomor 28 Tahun 2018.

“Penyesuaian tarif ini masih berkontribusi dalam menjaga daya beli masyarakat karena yang kita sesuaikan adalah rumah tangga yang mewah,” tandas Rida.

Direktur Utrama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan penyesuaian tarif ini dilakukan guna mewujudkan tarif listrik yang berkeadilan di mana kompensisi diberikan kepada masyarakat yang berhak, sementara masyarakat mampu membayar tarif listrik sesuai keekonomiannya.

Baca Juga : Kumpulan Investasi Yang Memiliki Keuntungan Besar Yang Wajib Di Ketahui Pemula 2022

“Penerapan kompensasi dikembangkan pada fisolopi bantuan pemerintah, yaitu ditunjukan bagi keluarga yang tidak mampu. Ini bukan kenaikan tarif. Ini adalah adjustment, dimana bantuan atau kompensasi harus diterima oleh kluarga yang memang berhak menerimanya, ” Kata Darmawan.

Dai mengatakan, sejak tahun 2017, tidak pernah ada kenaikan tarif listrik untuk seluruh golongan tarif pelanggan. Untuk menjaga tidak ada kenaikan tarif listrik, pemerintah telah mengelontorkan subsidi listrik sebesar RP 243,3 triliun dan komensasi sebesar RP 94,17 triliun sejak tahun 2017 hingga 2021.

Dalam proses pelaksanaanya, lanjut dia, kelompok masyarakat mampu yaitu pelanggan rumah tangga 3.500 VA ke atas ikut menerima kompensasi dalam jumlah relatif besar. Sepanjang tahun 2017 sampai 2021 total kompensasi untuk kategori pelanggan tersebut mencapai RP 4 triliun.

“apalagi pada tahun ini kita menghadapi gejolak global yang mengakibatkan kenaikan biaya pokok penyediaan (BPP) listrik. Setiap kenaikan harga minyak mentah Indonesia (ICP) sebesar US$ 1, berakibat kenaikan BPP sebesar RP 500 miliar. Sehingga pada tahun 2022 saja, diproyeksikan Pemerintah perlu menyiapkan kompensasi sebesar RP 65,9 triliun,” Ungkap dia.

Dengan adanya penyesuaian tarif, pelanggaran rumah tanga R2 berdaya 3,500 VA hingga 5,500 VA (1,7 juta pelanggan) dan R3 dengan daya 6.600 VA ke atas (316 ribu pelanggan) tarifnya disesuaikan dari RP 1.444,7 per kilowatthour (kWh) menjadi RP 1.699,53 per kWh. Sedangkan Pelangan pemereintah P1 dengan daya 6.600 VA hingga 200 kilovolt amper (kVa) dan P3 tarifnya disesuaikan dari RP 1.444,7 kWh menjadi Rp 1.699,53 per kWh. Sedangkan pelanggan pemerintah P2 dengan daya di atas 200 kVa tarifnya disesuaikan dari RP 1.114,74 kWh menjadi RP 1.522,88 kWh.

Baca Juga : Tips Cara Berbisnis Yang Baik Dan Benar

Kenaikan Tarif Listrik 2022 Sudah Direncanakan

Pemerintah memang telah memberikan sinyal kenaikan tarif listrik. Sebelumnya, mentri keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengiyakan tarif listrik sebagi respon pemerintah atas lonjakan komoditas energi.

“bapak Presiden atau kabinet sudah menstujui kalu untuk berbagi beban, untuk kelompok rumah tangga yang mampu, yaitu direspresntasikan dengan mereka yang langganan listriknya di atas 3.000 VA, boleh ada kenaikan tarif listrik, hanya di segmen itu ke atas,” Ungkap Sri Mulyani saat rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR, 19 Mei 2022 lalu.

“Sehingga tidak semua ke APBN, kita APBN-nya lebih kepada masyarakat yang memang membutuhkan,” tambahnya.

Baca Juga : Kumpulan Jenis Investasi Terpercaya yang Bisa Membuat Kamu Menjadi Milyarder

hal itu juga di perkuat oleh mentri ESDM Arifin Tasrif. Ia mengkomfirmasikan tarif listrik 3.000 VA ke atas akan naik. “Ya (naik),” kata Arifin

Itulah informasi yang dapat kami sampaikan mengenai Kenaikan Tarif Listrik Resmi Naik Pada 1 Juli 2022. Semoga dengan adanya in formasi di atas bisa membantu dan bermanfaat buat anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.